“...Kami anak tanah ini Lahir dari gunung dan laut Menetas dari batu dan kayu Di atas tanah beramis magis....”

Total Tayangan Halaman

Featured 1

blimbe atau blimbing galery nusa nipa photography

Featured 2

Air Panas Salah satu Objek wisata Larantuka, anda juga bisa menikmati indahnya pantai

Featured 3

Keindahan pantai Wato tena yang terletak di adonara - flores timur

Featured 4

pekan suci semana santa, wisata rohani yang sudah mendunia

Featured 5

Nah Teman Teman ini saya, Adim Blog ini, salam kenal, salam pramuka, sekarang aku lagi di bandung, sukses ya buat pramuka flotim

Tampilkan postingan dengan label Materi Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pramuka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Pionering


Bidang Tali Temali

Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.



Macam simpul dan kegunaannya

1.         Simpul ujung tali

            Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2.         Simpul mati

            Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin

3.         Simpul anyam

            Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering

4.         Simpul anyam berganda

            Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah

5.         Simpul erat

            Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan

6.         Simpul kembar

            Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin

7.         Simpul kursi

            Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8.         Simpul penarik

            Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar

9.         Simpul laso



            Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini





            1.         Ikatan pangkal

                        Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat                  juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.

            2.         Ikatan tiang

                        Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya

untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

            3.         Ikatan jangkar

                        Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

            4.         Ikatan tambat


      Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

            5.         Ikatan tarik
                        Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah    untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.

            6.         Ikatan turki
                        Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

            7.         Ikatan palang

            8.         Ikatan canggah

            9.         Ikatan silang

           10.        Ikatan khaki tiga

Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.






Semaphore




Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan 2 bendera, dimana masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Sedangkan warna yang sering dipergunakan adalah merah dan kuning dengan warna merah selalu berada dekat tangkainya.



Peta Pita



Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :

                1.             Pensil Teknik 2B

                2.             Penggaris panjang

                3.             Kertas pita peta

                4.             Kompas bidik

                5.             Meja kerja

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :

1.             Penentuan Skala

                                Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.

2.             Pembuatan Keterangan

                                Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan tulisan.

3.             Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu

                                Arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di setiap belokan.

                                Untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut


berikut keterangan gambar pada Pita




Jumat, 07 Juni 2013

Peta Panorama

      Peta Panorama

Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu.

Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :

Pensil Teknik 2B

Penggaris panjan  

Kertas buffalo

Kompas bidik

Meja kerja



Yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :

1.             Arah Pandang atau Sudut Pandang

                                Batas sudut pandang yang diberikan dalam pembuatan peta panorama dapat berupa satu sudut atau dua sudut sebagai arah untuk penggambaran panorama atau pemandangannya. Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi masalah yang berarti karena kita tinggal membidik sudut yang telah ditetapkan tersebut untuk batas penggambaran panorama. Untuk satu sudut pandang maka untuk menentukan batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar panorama kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30  untuk daerah kanan dan mengurangi sudut tersebut dengan 30  untuk daerah kiri. Kemudian baru menggambar peta panoramanya.

2.             Penggambaran Batas Daerah

                                Setelah diketahui batas daerah yang akan digambar, maka langkah selanjutnya adalah membuat sket batas daerah satu dengan daerah lainnya, antara satu perbukitan dengan perbukitan atau perumahan dan lain sebagainya. Untuk penggambaran sket ini dibuat setipis mungkin karena hanya untuk pembatas dalam pembatas dalam penafsiran nanti.
Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu.

 Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :


                1.             Pensil Teknik 2B

                2.             Penggaris panjang

                3.            Pembuatan Arsiran

                                Untuk pembuatan arsiran ini merupakan tahapan penting dalam membuat peta panorama. Yang perlu diperhatikan adalah untuk daerah yang dekat dengan pandangan kita maka arsirannya dibuat berdekatan

sekali, demikian seterusnya sampai pada daerah terjauh atau lapis paling atas dibuat renggang. Arsiran horisontal dipergunakan untuk daerah lautan, arsiran tegak atau vertikal untuk gunung, sedangkan untuk daerah yang landai (seperti perumahan, pepohonan) maka arsirannya dibuat agak miring (mendekati horisontal), untuk daerah yang agak curam (seperti perbukitan atau jurang terjal) maka arsiran dibuat miring mendekati tegak.

4.             Pembuatan Arah Utara

                                Arah utara ini diperlukan untuk mengetahui posisi menggambar kita dan juga sekaligus sebagai koreksi apakah arah yang digambar itu sudah benar. Biasanya arah utara dibuat pada posisi pojok kiri atas dengan gambar anak panah dan arahnya disesuaikan dengan arah kompas

5.             Penulisan Sudut Batas dan Keterangan Batas

                                Untuk sudut pandang sebelah kiri dan kanan hendaknya dicantumkan sekaligus dengan keterangan gambar yang sesuai dengan keadaan kemudian jangan lupa untuk memberikan penomeran pada masing-masing daerah sehingga mempermudah untuk pemberian keterangan nantinya.

Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh berikut ini.


sumber :pramuka net

Kompas




Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin.

Bagian-bagian kompas yang penting antara lain 

1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.

2. Visir, yaitu pembidik sasaran

3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka

4. Jarum penunjuk

5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45

6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik

Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya

North = Utara = 0

North East = Timur Laut = 45

East = Timur = 90

South East = Tenggara = 135

South = Selatan = 180

South West = Barat Daya = 225

West = Barat = 270

North West = Barat Laut = 325

Cara Menggunakan Kompas

1. Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak

bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.

2. Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca

pembesar, kira-kira 50 di mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan

mengintai angka pada dial.

3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja

garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar

mudah dilihat melalui kaca pembesar.